Antara Musikal dan Emosi

Antara Musikal dan Emosi

Hal Mendasar yang Dicari Seorang Music Lover

Apa sebetulnya yang kita cari saat menyimak sajian musik dari sebuah sistem high end audio itu? Jika pertanyaan ini kita ajukan ke Ari, akan ada dua kata yang dia sebutkan. Satu, musikalitas. Dua, emosi. Inilah yang membuatnya lebih asyik berlama lama di depan speaker Tannoy-nya yang berada di ruang musiknya, ketimbang  speaker Apogee tipe Diva yang ada di ruang lain disebelahnya.

Pehobi audio yang tinggal disebuah kawasan di Semarang ini telah lama bermain audio sebelum kemudian sempat berhenti selama 10 tahun. Tetapi sejak tiga tahun lalu,  kembali main audio. Foto diatas adalah foto sistem yang pernah menghuni ruang audio Ari, dan belakangan kami dengar speakernya sudah digantinya dengan model Tannoy yang lebih baru. Ya,redaksi Klikaudiovideo pernah berkunjung ke rumah Ari dan mendengar musik di dua ruang berbeda. Di ruang dengar yang luasnya sekitar 12 x 8 meter, apa yang diperlihatkan oleh Tannoy beserta satu ‘tim’ pendukungnya, sejauh pengamatan kami memang memperlihatkan musikalitas yang baik. Dan ‘salute’ buat Ari, yang walaupun bukan seorang audiophile, dapat dengan mudahnya menikmati kemusikalitasan dari sistemnya.

“Saya kembali main audio karena keinginan sendiri. Tak ada yang istilahnya ngeracuni. Tetapi saya tak ingin main audio dengan ngawur.  Ada lho teman saya yang main audio gede gede,  tetapi mainnya ngawur. Dia pakai turntable yang mahal tetapi suaranya tidak karuan. Salah semua. Kabel apalagi.  Akhirnya dijual semua . termasuk ph nya juga jarumnya yang mahal”kata Ari sambil mengatakan alasan mengapa dahulu dia lepas bermain audio, karena mainnya ngawur.

Musikal dan emosi. Dua hal yang bisa saja terpisah, tetapi bisa saja mengandung satu arti, karena emosi merupakan salah satu (prasyarat) untuk sebuah sajian musik, sebelum akhirnya pantas mendapat sebutan sebagai sistem yang tampil musikal. Dalam obrolan panjangnya dengan kami, terlihat bahwa Ari tak begitu perduli apakah emosi merupakan bagian dari musikal itu sendiri. Dia juga tak terlalu memperdulikan hal hal lain, seperti tonal balance, depth, separasi, lebih dari dua hal diatas. Inilah ciri ciri seorang music lover. Dan Ari setuju saja ketika kami menyebutnya demikian, walau dia mengatakan bahwa hal hal lainnya juga dia lihat. Di sistemnya ini, dia suka akan karakternya yang bulat, solid dan transparan serta panggungnya yang lebar. Dia sendiri suka sekali akan mid yang open.

Sistem front end di ruang Ari

Beberapa lagu koleksinya yang rata rata lagu rekaman lama, memang hafalannya Ari. Sebut saja misalnya Linda Ronstadt. Di beberapa album yang diputarnya, dia hafal betul ketika kami berikan sebuah alat untuk keakustikan ruang, ternyata lagu yang awalnya punya tingkat emosi tinggi,dia rasakan jadi kurang terlihat. Dalam satu pemutaran album yang kebanyakan vokal misalnya, dia akan dengan mudah melihat apakah sang vokalis berlantun dengan menyertakan hatinya dan perasaannya.

Memang, high end audio bisa dijelaskan sebagai sebuah ‘passion’ atau nafsu untuk menikmati musik dan ingin melihat seberapa bagus musik itu direproduksi oleh sistem musik. Apa saja yang menjadi tujuan dari kita menikmati high end audio adalah bagaimana kualitasnya dan bagaimana musik itu dapat membuat kita terlena. Kita bisa merasakan kenikmatan dari apa yang disajikan alat. Sistem audio pun dituntut untuk bisa tampil dengan sangat netral, membawakan emosi dalam musik. maka dapat disimpulkan antara musikal dan emosi merupakan tujuan hasrat para penikmat sistem audio high end

Baca mengoprek speaker altec langsing , merupak bagian dari mencari pemenuhan hasrat dari penggemar sistem audio high end

One thought on “Antara Musikal dan Emosi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ga('send', 'pageview');