President & CEO 3 Brand Ternama

President & CEO 3 Brand Ternama

Interview dengan Jeff Poggy tentang Audio Research kini

Jeff Poggy,  President dan CEO dari McIntosh Group, datang ke Jakarta. Kedatangannya bersama David Gordon (Brand Ambasador Audio Research) dan  Jean Phillipe Fountaine, selain untuk kian mengenal desound audio showroom, juga mengadakan training dari Audio Research yang dibawakan oleh David Gordon, baik untuk staf desound maupun Excellent Audio (showroom Audio Research). Bagaimana Rupa ARC kini? Untuk mengetahuinya,  AVI berkesempatan datang dan mewawancarai Jeff.

Foto : Reference 160M, power amp andalan Audio Research

Jeff menjelaskan bagaimana kini McIntosh Group punya 4 perusahaan. Dia sendiri memegang salah satunya, dan memegang dua jabatan seperti tersebut diatas. Jadi, dia adalah President dan CEO dari brand Sonus Faber.  Dia juga President dan CEO Sumiko. Juga President dan CEO Audio Research.  

David kariernya dengan menjadi staf mechanical engineering disebuah pabrik(factory), setelah mengantungi gelar Master Degree of Industrial Engineering. Dia juga sarjana Master in Business.Posisi pertamanya adalah sebagai product engineer untuk pabrik produk sistem senjata missile.  Baru bekerja 2 tahun, dia pindah ke perusahaan lain, yakni perusahaan audio di tahun 1994, yakni di Harman International. Sepuluh tahun berkarya di Harman di bidang engineering speaker, dengan tanggung jawabnya adalah membangun sistem transducer, dan lebih banyak di bidang otomotif yang ada di Harman.  Di  10 tahun ini dia melakuukan pekerjaan marketing, sales engineering dan manufacturing   Setelah 10 tahun, dia pindah ke Bose, dan berkarya di Bose selama 7 tahun.  Tujuh tahun kemudian,  dia tinggalkan Bose dan kembali lagi ke Harman.

Foto : Sistem full set Audio Research di galeri desound, Jakarta

David Gordon, Brand Ambasador Audio Research, saat kami mengobrol dengan Jeff, tengah mengadakan presentasi tentang bagaimana Audio Research kini. Setelah mengobrol dengan Jeff, kami pun ke salah satu ruang di desound, dimana Gordon melakukan presentasi. Link di bawah ini adalah bagian dari presentasinya.

Berikut adalah petikan dari wawancara kami dengan Jeff.

AVI :  Menjalankan 3 brand, tentu bukan pekerjaan mudah ya

Jeff : Memang. Tetapi inilah tantangannya. Saya masuk di tiga bisnis. Dan ini sesungguhnya sangat menyenangkan. Suatu waktu, saya berpikir keras tentang speaker. Di waktu yang lain, memikirkan tentang merk lainnya tadi. Salah satunya juga di sisi distribusinya. Ini menyenangkan. Dan membuat saya juga perlu melakukan perjalanan. Seperti sekarang, saya dari Hongkong show, lalu kesini, bersama David Gordon untuk melatih tim marketing disini. Lusa saya akan ke Taipei, ke Taiwan melihat Taiwan audio show.

AVI : Ini kunjungan pertama anda ke Jakarta ?

Jeff : Kunjungan kedua. Yang pertama sekitar 3 tahun lalu saat di Harman. Saat itu saya bertanggung jawab untuk produk Mark Levinson, JBL amplifier dan Synthesis. Saya mengunjungi Surabaya dan Jakarta.

Foto : Meninjau aneka room audio dan home theater di desound

AVI  : Seperti apa  Audio Research kini?

Jeff : Dari karya desainer Audio Research, kami melanjutkan apa yang sudah ada, dengan juga mengambil teknologi modern dan konsepnya. Produk pertama yang boleh saya ceritakan disini dan saya ikut langsung terlibat  adalah Reference 160M power amplifier. Dilaunch Mei 2018 di Munich.  Untuk produk ini, kami menjadikannya sebagai produk reference amplifier. Apa yang menarik kami adalah fitur modern yang bahkan power amp terkini pun tidak punya.  Salah satunya adalah Auto Bias.  Auto Bias ini lebih baik ketimbang memakai bias yang manual. Inilah yang membuat power amp ini terasakan lebih mudah digunakan oleh pehobi audio. Tantangannya adalah bagaimana membuat Auto Bias yang tidak malah menimbulkan masalah pada kualitas suara. Jadi kita harus membuat Auto Bias yang tetap membuat suara power amp ini menakjubkan.

Foto : Jeff Poggy, CEO & President Sonus Faber, Sumiko dan Audio Research

Kita juga memakaikan koneksi digital untuk sistem home control. Jadi bila anda punya Control4 atau Crestron, maka  sebenarnya anda dapat mengontrol produk ini.  Inilah fitur fitur modern yang kita tambahkan,. Dan juga merupakan desain baru.

Ada pula Transparent Meter, yang membuat produk ini selalu terlihat baru dan juga terlihat lebih modern. Inilah fastest sounding power amplifier yang pernah dimiliki ARC.  Seperti dikatakan seorang reviewer, ini adalah amplifier terhitam. Maksudnya ternyata adalah power amp terdiam (paling quiet). Tentu saja akhirnya kami fokus pada kualitas suara.

Foto : Transparent level meter

AVI  : Bagaimana dengan konsep pembuatan atau pemasarannya?

Jeff  : Kta sekarang pada dasarnya menjalankan konsep custom order. Jadi bila kita terima order pada hari Senin, kami ambil order itu dan lalu mulai membuatnya. Jadi apa yang dibuat adalah yang sesuai keinginan customer.  

AVI  : Bagaimana dengan perangkat lain?

Jeff : Di perangkat lain, kita membuatkan updated CD player, yakni di sisi digitalnya. Kami punya CD 6 dan CD 9. Dan kita bawa mereka menjadi satu daam mode SE.  Jadi ada Ref CD 6 SE dan CD6 SE. Kami melaunching keduanya sekitar 6 bulan lalu. Apa yang kita lakukan terhadap keduanya adalah beberapa hal,

  • Kita updated panel depan. Sehingga dia terkesan memang produk terbarunya AR
  • Di sisi internal, kita update di seluruh bagian digital. Produk digital seperti DAC 9 juga kita update tahun lalu.

AVI  : Bagaimana anda melihat Indonesia sebagai pasar potensial di produk anda?
Jeff :  Saya melihat Indonesia sebagai pasar yang menarik.  Juga jumlah penduduk yang banyak. Banyak yang berusia muda.  Ketika melihat market  seperti itu, tentu kita melihat masa depan. Kita juga memikirkan bagaimana  20 tahun ke depan. Jadi dimana dunia akan jadinya? Dan bagaimana pasarnya? Kita meliat Indonesia sebagai salah satu pasarnya. Dimana banyak orang punya ‘passion’ akan musik. Inilah pentingnya mengapa kita perlu aktif.

AVI  : Dan ini membuat anda harus aktif juga jalan jalan seperti ini ya?

Jeff : Benar. Saya ingin melihat yang terjadi di pasar itu. Ini tentu juga penting untuk bisa membuat strategi pasar.

AVI : Apa yang kini anda lihat di pasar?

Jeff :  Yang kini kini tengah saya lihat adalah ‘diferent price point’.  Kini produk ARC, bila dilihat dari nilai mata uang US Dollar, maka harganya mulai dari 9000 US Dollar. Ini adalah ‘very high price point’. Maka untuk menjadi sukses di pasar, saya ingin agar harganya setengah dari itu. Kita ingin punya harga di 4 ribu atau 5 ribu Dollar.

Foto : David Gordon

Itulah petikan singkat obrolan kami. Berikutnya, Jeff bercerita tentang bagaimana ambisinya cukup tinggi dalam menggaet konsumen muda, termasuk millenial.  Oh ya, Jeff ke Jakarta ditemani David Gordon,  Brand Ambasadornya Audio Research dan Mr Fountaine. Semuanya dari McIntosh. Dan galeri desound sendiri, yang dimiliki pt Inti Megah Swara (IMS) sudah puluhan tahun memegang brand McIntosh.

Di desound, Jeff bersama timnya ini sebelumnya dijamu dengan tontonan film di salah satu ruang desound. Link berikut ini adalah nuansa ketika mereka menonton sejenak demo room desound.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ga('send', 'pageview');