Induktansi Kabel Sistem Anda, Harus Serendah Mungkin

Induktansi Kabel Sistem Anda, Harus Serendah Mungkin
Konsultasi Kabel dengan Sifu Kenneth (designer kabel dari Kenkraft Labs)

Selamat siang pak. Saya barusan baca info dari FB bahwa kita bisa tanya atau sharing tentang kabel. Nah, boleh cerita pak. Saya ini dulu termasuk orang yang paling tak percaya sama kabel.  Saya pikir, semua kabel suaranya sama sajalah. Tetapi saat ke teman saya, dan dia ganti power cord, saya heran kok suaranya bisa beda. Yang tadinya tipis tipis saja, jadi agak boldy.  Saya pun jadi sering baca baca tentang kabel. Teman audio saya pernah bilang, kabel bagus itu adalah bila nilai induktansinya rendah sekali. Apa benar pak? Lalu, bagaimana cara kita tahu bahwa sebuah kabel itu induktansinya tinggi(misalnya dengan melihat spesifikasi yang tertulis)?Mohon pencerahannya tentang induktansi ini donk pak. Demikian pak. Terimakasih untuk jawabannya Kenkraft labs. 

Damar S, Manyar Sambongan 60282 -Surabaya

Siang pak Damar. Cukup menarik pertanyaan bapak menurut saya. Power Cord memang sangat penting dalam sebuah system audio, karena ibarat kelistrikan adalah nyawa audio. Suara yang kita dengar pada titik akhir yakni loudspeaker adalah berasal dari gelombang sinus listrik juga yang dikonversi menjadi suara. Maka semakin bagus kelistrikan yang semakin bagus suara yang dihasil perangkat kita.

Terkait induktansi dalam sebuah kabel audio, asumsi saya yang dibacarakan adalah dalam konteks kabel speaker dengan nilai induktansi serendah mungkin, maka hal tsb adalah sangat benar. Menurut saya faktor ini memang terbilang penting untuk dilihat. Bahkan  dalam sebuah kabel speaker, yang paling terpenting bagi saya adalah nilai induktansinya harus serendah mungkin. Hal ini bisa dibaca memakai alat yang bernama LCR Meter.

Ingin saya sampaikan sebelum membahas induktasi dalam kabel speaker lebih dalam, sebelumnya, dalam dunia konstruksi perkabelan audio secara general, ada hal hal penting yang perlu kita perhatikan. Hal itu adalah seperti linearitas, group delay dan phase shift yang akan sangat mempengaruhi sonic character dari kabel tersebut. Untuk mengontrolnya, ada beberapa hal yang bisa mempengaruhi ketiga hal tersebut, yakni

1. Elektrikal propertiesnya (Induktansi, capacitance, resistance, attenuation loss) dari bahan baku yang dipakai (Pemilihan bahan baku)

2. Skin effect. 

3. Dielectric Constant dari insulation

4. Electrical properties dari geometry konstruksi kabel

5. Mechanical properties (Vibration Dampening/Control)

6. Additional Tuning (Misal ditambah Tin Plating untuk suara warm, ditambah emas untuk suara basah, ditambahkan bahan radioactive untuk suara yg lebih tenang).

Kembali ke pertanyaan utama, dalam sebuah kabel speaker,  induktansi  adalah hal yang paling utama jika kita bicara tentang electrical property. Semakin induksinya tinggi, semakin menjadi berkesan kurang transparan kabel itu, alias semakin butek suaranya.  Ini sama saja seperti kita memakai induktansi coil pada passive crossover. Saat kita coil (sebelum masuk ke speaker, kita masukkan ke coil secara coupling), apa yang terjadi? Ketika di coil, ini kan meng-cut frekuensi tinggi. Maksudnya ini di dalam rangkaian network crossover. Ini berarti, bila induktansi semakin tinggi, high-nya semakin di cut. Nah inilah perlunya mengapa seorang designer kabel perlu menjaga agar   nilai induktansi kabel buatannya ini bisa   serendah mungkin.  

Sebuah bahan baku kabel baik copper/silver, mempunyai nilai induktansi sendiri sesuai dengan kodrat metalurgi nya, ini saya sebut dengan bakat dasarnya. Nah, dengan sebuah teknik geometry dalam konstruksi kabel, nilai dasar induktansi dengan bisa dimanipulasi, misalnya dengan di pelintrir/twisted yang berdampak menaikan capacitance, sehingga induktansi ter-manipulasi menjadi turun karena capacitance dan induktansi nya berbanding terbalik.

Demikian pak Damar. Semoga jawaban saya bisa memuaskan keingintahuan bapak. Terimakasih untuk pertanyaannya

klikaudiovideoindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ga('send', 'pageview');