Mengapa Perlu Pre Amplifier ?

Mengapa Perlu Pre Amplifier ?

Mencari tahu fungsi amplifier di sistem audio

Pre amp adalah komponen yang seringkali anda akan gunakan, anda sentuh dan anda setel setel. Pre amp juga punya peran yang besar dalam menentukan kualitas suara secara keseluruhan. Mengapa? Dia adalah sebuah perangkat yang berperan memilih input (input selector) dan  perantara atau router antara perangkat source (pemutar) dengan power amplifier, dan dapat memperkuat level volume.

foto : Pre amplifier Burmester

Kembali kepada pertanyaan yang menjadi judul diatas, mengapa kita

memerlukan preamplifier, bisa saja jawabannya bervariasi, misalnya :

  • Jika di system anda punya beberapa perangkat source, maka pre amplifier sangat memudahkan anda mengganti ganti  main pemutar ini
  • Jika pemutar yang anda gunakan adalah turntable misalnya, anda perlu memperkuat sinyal dari pemutar sebelum sinyal ini dialirkan ke sebuah power amplifier sebelum kemudian lari ke terminal akhir yakni speaker
  • Anda perlu pre amplifier jika tidak ada control volume di pemutar CD.

Gambaran Sebuah Pre amplifier

Sebuah pre amplifier bisa saja hanya berupa sebuah router sinyal yang pasif dengan tanpa power supply, atau sirkuit aktif. Atau bisa berupa sebuah unit dengan sirkuit aktif. Di kasus lainnya, pre amplifier itu melakukan satu hal yang sama, yakni mengambil sinyal dari titik A ke titik B dengan penurunan kualitas suara yang seminimal mungkin. Stewart Hegeman, seorang perancang legendaris pre amplifier seperti seri Citation dari Harman Kardon di era 60-an, mengatakan, “The perfect preamplifier is a straight wire with (or without) gain”.   

Isi tubuh dari sebuah power amplifier, memang terdiri dari dua bagian, yakni pre amplifier dan power amplifier. Masing masing bagian ini memiliki pekerjaan yang berlainan untuk menghasilkan sebuah suara yang tidak saja kuat, tetapi juga punya bobot, baik di tingkat volume maupun kualitas nada itu sendiri.  Pre amp bertanggung jawab untuk menjaga kemurnian dari  nada dan kejernihan dari sinyal, sementara power amp berperan mensuplai power ke speaker.

Keduanya memang memiliki  fungsi berbeda, tetapi  disatukan(integrated) dalam satu rumah dengan alasan agar ringkas dan hemat tempat (alasan keringkasan).  Tetapi pre amplifier dan power amp, juga karena fungsinya yang berbeda ini, ditempatkan dalam satu casing sendiri sendiri, hingga kita mengenal perangkat pre amplifier dan power amplifier. Alasan pemisahannya, salah satunya adalah demi mengurangi noise dari power amplifier agar tidak mempengaruhi nada dari pre amplifier.

Foto : Preamplifier Cambridge Audio

Walaupun kedua unit yang dipisahkan ini dipercaya lebih bisa menghasilkan nada yang terdengar lebih murni,  harga yang harus dibayar konsumen lebih tinggi ketimbang bila sudah terintegrated. Selain itu, perlu tempat ekstra untuk tempat keduanya.  Bisa anda bandingkan dengan integrated amplifier (head amp) yang berisi dua amp dalam satu unitnya,sehingga  membuat transportasi dan penyimpanan amplifier jauh lebih mudah. Pre amp pun bisa juga dipasang didekat atau diantara sumber sinyal, seperti sebuah turntable, mikrofon atau instrumen musik.

Dalam sistem audio, istilah pre amplifier kadang digunakan untuk menerangkan perangkat yang hanya berfungsi sebagai sebuah selektor (switching) diantara beberapa sumber line level berbeda dan yang menerapkan kontrol volume, sehingga tidak ada penguatan nyata yang dilibatkan. Dalam sistem audio, amplifier kedua biasanya adalah sebuah power amplifier (power amp). dimana pre amplifier menyediakan gain tegangan (yakni dari 10 milivolt hingga 1 wolt). Power amplifier menyediakan arus tinggi yang memungkinkannya untuk mendrive speaker.

Pre amplifier seringkali dilengkapi tone control seperti tombol atau knob putar untuk frekuensi low, mid dan high. Knob knob ini memberi bentuk nada dari sinyal yang sedang diproses, sehingga memungkinkan pengguna menaik-turunkan frekuensi frekuensi bass, frekuensi treble, atau nada nada mid.  Pre amplifier modern juga dilengkapi aneka kontrol nada seperti efek efek.

Beberapa contoh pre amplifier misalnya integrated pre amplifier dalam sebuah mikrofon electret foil.  Lalu juga unit stand alone untuk digunakan di dalam aplikasi studio rekaman dan live music. Ada juga pre amplifier yang dilengkapi penyetelan gain, untuk menaikkan sinyal nada. Dengan penyetelan, kita bisa memodifikasi frekuensi tertinggi dari nada nada instrumen  untuk mempengaruhi kejernihan(clarity) dan kemurnian dari suara output. Sebagai tambahan untuk control control yang biasa ini, sebuah pre amplifier bisa saja dilengkapi sebuah prosesor efek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ga('send', 'pageview');