Menikmati Audio Note di Ruang Joko

Menikmati Audio Note di Ruang Joko

Audio Note Indonesia punya model baru Audio Note. Kali ini adalah model yang level bawahnya. Beberapa model ini kami dengarkan ketika suatu kali diundang bung Hendra untuk mengunjungi rumah pak Joko di kawasan Bintaro Permai.

Bung Joko sendiri adalah pemakai setia Audio Note, dan pernah juga mengundang AVI untuk main kerumahnya mendengar sistemnya. Dahulu kami pernah main ke ruang ini, saat Joko masih memakai speaker Livingvoice dan kemudian berganti ke Audio Note. Kami dapat info darinya, Livingvoice speaker yang ada di rumahnya, ingin dia jual kepada yang berminat. Livingvoice sendiri juga Joko sukai dalam beberapa sisi kemampuannya bermain musik.

Saat kami kunjungi, inilah sistem yang kami lihat.

Full system Audio Note

Di ruangan ini AVI bertemu pak Kristian yang juga pemakai Audio Note, pak Danny Chairil yang kita kenal sebagai pehobi senior, pak Hendra dan Mr Mario, seorang principal dari Audio Note, dan beberapa pehobi audio baru yang belum pernah AVI temui sebelumnya. Datang setelah kami, bung Arswendo yang barui baru ini membeli speaker Rogers LS3/5A.

Bung Wendo asyik ngobrol dengan bung Hendra. Juga bung Joko dengan Mario

Begitu masuk ke ruang pak Joko. Disuguhilah kami musik dari sebuah sistem full Audio Note, termasuk sistem baru yang ingin diperkenalkan bung Hendra. Speakernya adalah milik Joko, sedangkan yang lain, inilah yang ingi dikenalkan – diletakkan dalam satu rak kecil. Dilihat dari atas kebawah, masing masing adalah CD Transport Zero, DAC 1, Pre amplifier phono M1, power P2pp (x2 mono mono) dan speaker Audio Note J/D hemp.  Silahkan anda hunting profil dari masing masing perangkat ini.

Inilah sistem Audio Note yang diperkenalkan oleh Audio Note Indonesia

Menurut Joko, sistem ini punya level dibawah sistem Audio Notenya. Misanya pre amplifier yang M1, kalah level dengan pre amplifiernya yang M6. Begitu pun dengan powernya yang ada di level 2-nya Audio Note, sedangkan powernya ada di level 5-nya Audio Note. Begitupun dengan kabelnya.   

Sistem full Audio Note yang dimiliki bung Joko

Lalu mengapa bung Hendra ingin memperkenalkan juga? Kami duga, beliau ingin menampilkan bahwa di sistem level bawahnya pun, Audio Note nikmat untuk didengar.

 Ada yang menarik hati di tampilannya, yakni vokal dan instrumen yang presence, dengan tampilan musikal yang baik. Kami suka sajian suara piano. Menurut bung Joko juga demikian. Dia punya kesan baik juga terhadap sistem yang baru ini. Hanya saja, dibandingkan dengan sistemnya, dirasakannya lebih halus dan kemampuannya untuk bermain  dengan gaya ‘mendayu’ pun masih lebih  punya kelebihan tersendiri.

Ketika AVI pertama kali masuk ruang bung Joko

Hanya sayang tampilan suara di tahap awal kami mendengar ini diganggu dengan  bass yang terlalu gemuk dan panjang yang seolah menutup kejelasan suara. Kami duga ini pengaruh ruangan. Bass perlu dijinakkan. AVI jadi ingat, bila mendengar speaker Audio Note, satu yang istimewa biasanya adalah bass yang tampil solid dan punya definisi baik. Syaratnya, speaker perlu diletakkan sedekat mungkin dengan pojokan atau corner ruang.

Speaker Audio Note J/D hemp.

Sejenak kemudian AVI keluar ruangan, dan menjumpai pak Danny Chairil yang sedang mengobrol di luar ruangan dengan pak Kristian, pak Joko dan seorang temannya. Ruangan Joko memang tidak terlalu besar untuk bisa menampung kami semua yang berkunjung saat itu. Jadi bergantian dengar. AVI keluar ruang dan memberi kesempatan bung Arswendo untuk mendengar dengan lebih nyaman, ditemani bung Hendra dan Mario.

Di luar ruang, ternyata pak Danni tengah asyik memberi pencerahan, khususnya tentang turntable seperti tentang anti skating, dan lain lain

Pencerahan bung Danny Chairil tentang setting turntable

Anda bisa melihat penyajiannya di video berikut.

Saat bung Danny Chairil berbagi tips setting turntable

Setelah asyik mengobrol, kami pun masuk ke dalam ruang musik Joko. Dan menyaksikan sendiri bagaimana suara sudah berubah. Kali ini bass tampil kontrol, dan mendengar musik pun lebih menyenangkan. Tak ada lagi bass yang berbuntut panjang. Tak terasa boomy. Bass tampil bersih. Dan tak menutup mid dan high yang sebelumnya memang sudah ditampilkan dengan baik.  Bagaimana mensiasatinya? Ternyata menurut Hendra, dia hanya mengganti kabelnya. Nah, memperbaiki tampilan suara, salah satunya bisa dengan bermain kabel. Ada kabel yang lebih cocok dengan sistem tertentu.

Inilah catatan AVI dari aksi tandang ke rumah Joko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ga('send', 'pageview');