Peran Kabel Berkualitas dalam Bermain Musik

Peran Kabel Berkualitas dalam Bermain Musik

Suatu kali kami bertandang ke rumah seorang pehobi audio di Semarang. Namanya pak Ari. Saat tiba, kami lihat seluruh kabelnya telah memakai kabel keluaran Kenkraft Labs. Bagaimana ‘rasa’ kabel full set Kenkraft Labs ini?

Foto ruangan bapak Ari, ketika kami melihat tim Kenkraft Labs melakukan pengukuran suara dalam ruangan.

Aneka lagu pun kami dengarkan pada sistem pak Ari, yang terdiri dari speaker Tannoy Westminster, power amplifier Audio Research D250, pre amp Manley 300B Neoclassic dan Audio Research Tube CD transport. Ruangan ini telah dibuatkan panel panel akustik berupa B.A.D. difuser di banyak titik di ruangan. Cerita tentang kabel Kenkraft yang dipasang di aneka ruangan, sebelumnya telah kami pernah turunkan(lihat : Cerita Seorang Pendisain Kabel Audio

Bagaimana kesan tampilan suaranya? Satu yang langsung kami amati adalah bagaimana tampilan bass, karena kami ingat, saat datang di kesempatan sebelumnya ke ruang ini, bass bagi kami sedikit terasa menggelambir, atau boyot. Tidak terkesan solid dan punya attack yang bagus ditelinga. Yang kami rasakan, kali ini bassnya punya jejakan. Menjejak bumi. Solid dan tight. Dan dia tak berekor.

Bagaimana kesan suara keseluruhan? Di kesempatan terakhir dengar, yakni pada malam hari, ada beberapa komentar di hati saat itu. Tetapi yang berkesan adalah disela plus minus ini itu, khususnya ketika memperhatikan koherensi pada suara yang keluar dari speaker – adalah bagaimana sistem ini dapat menampilkan hawa. Juga bagaimana tampilan musiknya yang rapi. Jelas Sekali Ada peran kabel tentu disini. Dan beruntunglah kami bertemu dengan sang designer kabel, yang membuat kami keesokan paginya bertemu, dan asyik mengobrol tentang dunia kabel, khususnya kabel rakitannya.

Ada satu filosofi yang dibawa oleh kabel kabel audio merk Kenkraft Labs. Yang paling dikejar, menurut pengakuan Sifu Kenneth sang desainer, bukanlah hanya sekedar memunculkan keakuratan suara tonal sesuai recording (Akurasi Dari Recording), melainkan, yang terpenting adalah bagaimana memunculkan kualitas permainan musiknya dan menyanyi nya (Akurasi Kualitas Keterampilan Permain Music/Nyanyi).

Menurutnya, dahulu diawal  sekitar 1997-2005 dalam mendisain kabel, memang yang dikejar olehnya adalah faktor keakuratan tonal balance tadi. Kemudian ber-evolusi mengejar bagaimana linieritas dari tonal dan Keakurasi suara dari rekaman. Kini, yang terpenting baginya adalah, bagaimana kualitas permainan musiknya (Oleh Pak Kenneth disebut Akurasi Permainan Music) ? Apakah soul / Emosi Penyanyi/pemusik dari rekaman itu bisa keluar? Dengan melihat bagaimana musik itu ditampilkan, menurutnya – kita bisa melihat bagaimana kekontrasan suara, panjang pendeknya , tebal tipis, naik turun atau cepat lambatnya permainan dan lain lain. Bagaimana musik ditata oleh composer dan dinyanyikan penyanyi dengan menggunakan penuh perasaan, sehingga terlihat sekali musiikalitas nya,  yang membedakan antara suara/nada dengan music. Music akan penuh dengan  kekontrasan suara, panjang pendeknya , tebal tipis, naik turun atau cepat lambatnya permainan dan lain lain.  Disinilah adanya keakuratan kualitas music dan harmoni dengan sendirinya.

Foto di atas adalah dua model power cord tipe Apollo Absolute Performance, Kenkraft Labs. Kabel ini pernah didemokan di ruang audio bung Arswendo Swissrianto. Di tes dengan sistem bung Wendo. Menurut Wendo, kabelnya ini ‘nge-soul’. Menurut Sifu, kabel power cord ini dia sudah tata bagamana harmoniknya, iramanya. Ketika soul-nya keluar, dikarenakan kontras musik yang sangat terlihat kelihatan. Orang yang telinganya terlatih dengan baik, diyakininya akan berpendapat bahwa kabel ini nge’soul’.

Apollo seperti yang didengar di rumah bung Wendo di atas adalah tipe entry level-nya. Walau di kelas entry, faktor kemampuannya menampilkan pace  (Pacuan Tempo), Irama / rhythm (Dinamika Musik) , timing dan harmonik  seperti panjangnya harmonik (Tidak boleh terdengar ‘putus’), diperhatikan oleh Sifu. Dan bicara tentang perbandingan efek dari ketiga jenis kabel (kabel interkonek, kabel speaker dan power cord), menurutnya power cordlah yang efeknya paling kelihatan. Misalnya bagaimana beda kerapihan musiknya. Juga bagaimana ketenangan main (tidak seperti terburu buru), separasi antara alat music namun dimainkan dengan timing yang harmonis sebagai satu kesatuan yang sinergi.

Foto diatas adalah kabel full set Kenkraft Labs yang memakai sebuah power distributor berbobot sangat tinggi, buatan Kenkraft Labs

Bagaimana strategi Sifu dalam merealisasikan filosofi dan keinginannya di kabel Kenkraft Labs tersebut? Mari kita bicarakan di kesempatan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ga('send', 'pageview');