Ukuran Ruang dan Tantangannya

Ukuran Ruang dan Tantangannya

Kian Besar Ruang, Kian Besar Tantangan Keakustikannya

Beruntunglah bila ruang yang anda miliki untuk sistem home audio anda terbilang besar, minimal sekitar 4 x 6 meter. Ini karena ada beberapa pehobi audio yang kurang beruntung, karena ukuran ruangannya terbatas atau kecil, sedangkan sistem yang mereka miliki sebenarnya akan lebih maksimal bila ruangannya lebih besar lagi.   Kecuali bila mereka  lebih nyaman dengan ruangan yang kecil, tidak saja dari sistemnya, tetapi juga tingkat resiko masalah yang lebih diminimalkan.  Mengapa ukuran menjadi salah satu pertimbangan penting dalam kita bermain stereo audio?

Sebuah ilustrasi yang menyarankan dimana peletakkan alat akustik, dan jarak pendengar dan speaker dari dinding, dalam sebuah ruangan berukuran kecil.

Seorang pehobi audio pernah berpendapat, hal ini lebih terkait kepada kemungkinan resiko tadi, khususnya frekuensi bass untuk wilayah tertentu di dalam ruangan audio.  Selain itu, bisa saja karena terkait ratio ruangan audio ideal, yang membandingkan panjang, tinggi  dan lebar ruang. Ukuran ruang juga perlu dipertimbangkan karena terkait dengan tingkat resonansi, khususnya resonansi bass.  Inilah salah satu alasan mengapa ruangan audio kita sebaiknya memiliki ukuran yang ideal.

Setelah ukuran ruang audio ideal diperoleh, barulah kita melihat hal lain, misalnya melihat bagaimana dinding dinding ruangan, apakah saling sejajar? Usahakan  kedua dinding ini tidak sejajar, karena bila demikian, potensial sekali menghadirkan gaung (flutter echo). Kalaupun dinding ruang sejajar, anda bisa melakukan penambahan akustik di sisi depan seperti dimiringkan.

Nah, tak ada salahnya sedikit demi sedikit anda menggali ilmu tentang keakustikan, khususnya terkait dengan kondisi  ruangan audio anda. Temukan jawabnya misalnya, apakah perlu membuat sisi depan agak miring dan membuat dinding dinding kiri dan kanan tidak sejajar, agar hasil suaranya lebih sesuai selera. Apakah dengan demikian, ruangan audio jadi tidak bergaung.

Cara mengetahui apakah ada gaung di ruangan audio anda, cukup mudah.  Tepuk tangan saja di banyak titik berbeda dan temukan, di titik mana suara  bergema. Kalau boleh menyarankan, upayakanlah  agar ruangan audio anda bersifat netral. Anda harus kenali bagaimana karakter suara di ruangan audio anda sendiri. Misalnya, kenali, apakah frekuensi  mid high  cukup baik atau bahkan sangat baik? Bagaimana tampilan bass, dan bagaimana staging/soundstage-nya dan lain lain.

Ruang besar, memungkinkan jarak cukup lebar antara dinding ruang dengan speaker.

Bagaimana agar membuat bass yang baik dan benar, seringkali bukanlah pekerjaan mudah. Salah satu penyakit yang potensial datang bila dimensi ruangan kurang pas adalah ruang ini turut berperan mempengaruhi tampilan suara dimana kesan bassnya terasa  mandul, walau speakernya besar dan di bi amp. Bagaimana menghadirkan sebuah bass yang bersih dan enak didengar memang masih merupakan kendala yang banyak ditemui di banyak ruangan audio. Bukan tidak mungkin, depth dan soundstage jadi kabur.

Di ruang kecil pun, untuk mendapatkan bass, mid bass yang ideal bisa saja merupakan pekerjaan yang sulit. Bass yang datang bisa tidak terasa punchy.lower bassnya pun susah didapat.

Bahasan diatas menyoal tentang apa saja yang kira kira dapat mempengaruhi  suara terkait dimensi dan ukuran ruangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ga('send', 'pageview');