Yang Membuat Perangkat High End Mahal

Yang Membuat Perangkat High End Mahal

Melihat Harga Pre amplifier High End Sebagai Contohnya

Namanya juga ‘high end. Sudah pasti harganya tidak main main. Karena dibuatnya bukan dalam jumlah besar atau masal, melainkan dalam jumlah kecil, karena memang dibuat dengan sangat hati hati, dengan konsep benar benar matang, memakai komponen kelas satu, dan hasilnya pun bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi ditujukannya kepada mereka yang memang benar benar mengapresiasi seni suara.

Desain dan komponen sebuah preamplifier high end audio

Di dunia home audio stereo, ada falsafah yang mengatakan, ada harga ada rupa. Ada harga ada suara. Ada harga ada barang, dan lain lain sejenisnya yang menggambarkan produk yang harganya lebih tinggi, kualitas suaranya pun lebih baik, lebih tinggi kualitasnya dan punya resolusi lebih tinggi, yang akhirnya dipercaya lebih dapat menghibur dan membuat terkesima penikmatnya. Hal ini juga dipercaya jika, misalnya jika kita membandingkan dua atau lebih pre amplifier. Pre amplifier mahal diyakini banyak pehobi akan punya kehandalan mengolah suara dengan lebih baik.Apakah selalu demikian?

Dua buah pre amplifier yang berbeda merk dan kelasnya, tentu punya perbedaan di komponen dan juga sirkuitnya. Ada yang membuat pre amplifier hand made dan ada yang dibuat dengan produksi yang jumlahnya banyak (mass production). Untuk membuat sebuah produk dengan kemampuan kesonikan yang baik, diperlukan komponen yang sangat baik yang sudah pasti harganya mahal, serta teknik pemasangan yang baik, dan desain yang baik. Ketiganya ini merupakan hasil dari riset dan pengembangan tersendiri.

Faktor faktor inilah yang pada gilirannya membuat harga produk jadi tinggi. Di sisi riset misalnya, beberapa desainer merasa bahwa trafo di stage input menambahkan noise dan mendegradasi sinyal. Desain tabung bisa saja dibuat tanpa trafo walaupun ini lebih sulit dibandingkan membuat sebuah perangkat solid state yang tanpa trafo( transformerless). Tetapi  banyak pre amplifier tabung mahal masih  memakai sebuah trafo di stage input. Mereka berpendapat,  tampilan terbaik bisa didapatkan dengan sebuah desain yang dilengkapi trafo walaupun harga  trafo yang sangat baik, sangatlah mahal. Beberapa pabrikan bahkan membuat sendiri trafo untuk sistemnya. Mereka menganggap trafo atau power supply ini merupakan jantungnya perangkat audio.

Preamp Prologue Premium

Catu daya dan grounding sinyal yang benar merupakan syarat lainnya untuk mendapatkan suara yang baik dari sebuah pre amplifier. Hal lain adalah material, seperti material untuk perkabelan (wiring). Beberapa bahan atau material kabel tertentu  dipercaya merupakan kondutor listrik yang baik. Yang paling tentu saja bahan emas atau gold. Inilah yang menjadi alasan mengapa pre amplifier high end banyak yang  menggunakan konektor yang terkemas emas, juga relay yang tepat untuk fungsi switching di jalur audio. Wiringnya juga dibuat titik ke titik atau point to point. Artinya, tidak ada papan sirkuit cetakan yang digunakan.

Perlu diingat bahwa menyangkut filosofi desain, preamp yang baik itu memakai kabel langsung dengan gain. Wiring point to point artinya jalur sinyalnya lebih direct dan lebih pendek. Untuk itu memang membutuhkan keahlian meramu yang tentu saja mengandalkan tenaga manusia. Dalam beberapa hal tenaga manusia dikatakan lebih mahal ketimbang dengan mesin. Selain itu juga perlu waktu lebih lama dibandingkan bila memakai mesin yang menempelkan komponen ke papan sirkuit.

Preamplifier Naim Statement S1 seharga 125 ribu Poundsterling

Kualitas komponen juga berperan dalam tingkat harga unit. Komponen ini dipilih berdasarkan kepada suara yag mereka hasilkan dari sebuah sinyal. Contohnya, sebuah tabung, menambahkan kandungan frekuensi rendah (distorsi) yang dapat kita kaitkan dengan suara yang hangat (warm).

Kualitas komponen komponen pasif seperti resistor, kapasitor, induktor, konektor dan bahkan solder, punya efek signifikan terhadap kualitas suara. Kapasitor mungkin punya pengaruh yang signifikan terhadap kemurnian sinyal. Kapasitor elektrolit misalnya, memiliki kestabilan temperature dan  penyerapan dielektrik yang tinggi, lalu memiliki tingkat toleransi yang lebar tetapi usia pakai yang relatif rendah. Secara kontras, kapasitor film punya sifat penyerapan dielektrik yang rendah dibandingkan kapasitor elektrolit terbaik, yang berakibat kepada tampilen transient yang meningkat, keakuratan spatial dan frekuensi bawah yang bersih.

Sebuah pre amplifier berharga mahal tentu lahir dari gemilangnya konsep desain, tingginya kualitas komponen dan didukung oleh tingginya biaya promosi dan harumnya nama produsen pembuatnya.  Dan untuk sebuah pre amplifier high end audio, mereka yang mendesain preamp memang sangat memperhatikan serius hal hal diatas,  sehingga pada akhirnya konsumennya seperti anda akan mendapatkan apa yang sesuai dengan harga yang telah anda bayarkan. Pre amplifier mahal sudah pasti (diharapkan) bermutu tinggi sesuai kelas harganya. Tetapi ini tak berarti bahwa pre amplifier yang harganya lebih murah tidaklah bermutu. Tidak saja karena mereka memiliki warna dan ciri khas suara tersendiri, dan banyak juga yang  suaranya menawan. Tentu saja disini kita perlu mengandalkan telinga kita, khususya dalam menangkap keindahan suara dari sebuah system yang mahal khususya. Telinga perlu terlatih baik dalam menilai suara.

Kemampuan mendengarkan di sisi lain juga penting untuk bisa membedakan suara mahal dan suara biasa. Ini juga terkait dengan karakteristik sonic apa yang kita inginkan dari suara, juga harmonic distortion seeprti apa.Hal lain adalah matching dengan kelas harga perangkat lain di system audio kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ga('send', 'pageview');