Yang Menarik di IHEAC Audio Video Show 2019 (bagian ke-2)

Yang Menarik di IHEAC Audio Video Show 2019  (bagian ke-2)

Lanjut ke bagian kedua. Ada pemandangan  menarik lain bagi AVI (Audio Video Indonesia) saat bertandang ke arena IHEAC Audio Video Show 2019. Apa yang menarik ini kami sajikan di bawah ini dengan disertai foto atau video. Ini adalah bagian ke 2 dari artikel berjudul diatas.

Pentingnya Pendidikan musik Sedini Mungkin, Juga Bisa via Hobi Stereo

Apa peran musik untuk kehidupan? Anda sudah pasti pernah mendengar bagaimana seorang anak yang suka memainkan instrumen musik, rata rata punya kecerdasan yang baik. Bagaimana apresiasi akan musik bisa ikut menumbuhkembangkan otak. Musik pun membuat hidup kian punya warna. Bahkan banyak dokter kini memakai musik sebagai alat bantu terapi pasiennya agar lebih rileks.

Lihat bagaimana sang anak begitu menyimak suara dari Martin Logan

Dan inilah pemandangan menarik, ketika seorang anak bersama orangtuanya, memilih duduk didepan. Dia dengarkan musik dari speaker Martin Logan dengan penuh konsentrasi. Setelah satu lagu selesai, dia berkata sesuatu ke ayahnya. Duh, ini pemandangan langka. Bahkan kami pun belum pernah melihat sepasang suami istri duduk mendengarkan bersama musik stereo dengan konsentrasi penuh

  • Lain Sistem Lain Pilihan

Calas Diva dari Opera yang ada di ruangan Peninsula, saya anggap sebagai salah satu speaker bersuara terbaik di arena IHEAC Show 2019. Tetapi rupanya beda dengan pendapat teman saya, yang lebih suka speaker model lain dari Unison Research di ruang Peninsula ini. 

Calas Diva, speaker keluaran Unison Research. Salah satu yang menawan

Inilah show audio. Tempat bertemunya orang dari berbagai selera musik. Ada yang suka tebal, dinamik. Ada juga yang lebih suka gaya gaya datar saja. Sama seperti kita menyukai makanan A, teman kita malah suka makanan B.   Kalaupun sama sama suka A, kita bisa saja sukanya pedas, sementara teman kita manis.

  • Munculnya lagi pemutar jadul

Di ruang Traumakustik dan ruang Kunir kami melihat ada pemutar pita jadul (reel to reel tape recorder).  Dan memang tidak saja ini memanjakan mata, karena teringat jaman dahulu ketika orang main audio. Tetapi juga menyajikan pemandangan lain, karena teknologinya adalah pita. Kita dijamu oleh reel yang memutar pita. Dan suaranya sangat analog. Beberapa bahkan berkomentar ini lebih analog ketimbang piringan hitam. 

Reel to reel tape recorder Revox di room Traumakustik

Beruntungnya kami mendengar rekaman ini, dan sempat berpikir, pantas dunia digital tidak mampu menggilas analog, betapapun rekaman digital lebih praktis dan mudah digunakan serta menawarkan kedinamikan musik yang dianggap lebih baik.  Apa yang paling utama kami dapatkan dari rekaman dengan pemutar ini? Hawa. Juga emosi.

  • Kali ini kita dengar musik sambil ngopi gratis

 Apa pengaruh kopi dalam kita menikmati audio high end di rumah? Secara hasil penelitian, kami belum pernah menemukan artikelnya. Tetapi dari pengalaman, setidaknya ada pengaruh, khususnya dalam penerimaan dan konsentrasi kita terhadap sajian musik itu sendiri. Dengan minum kopi, syaraf syaraf mata dan telinga seperti mendapatkan tambahan daya untuk menyimak, mengingat, dan ‘melihat panggung dengan telinga’.  Punya daya lebih untuk ikut mencegah datangnya rasa kantuk.

Coffee sir? Oh ya please. Thank you Indibro

Inilah kopi kopi dari Indibro yang tiap hari selama 4 hari, tersaji ke pengunjung, panitia atau peserta pameran. Ada booth Indibro di lantai 2. Kita tinggal kesana, mendapatkan satu cup kopi, lalu jalan jalan ke setiap room yang ada. Setiap satu lagu selesai didengar, dibalas dengan satu seruput kopi, ahh segarlah itu.

  • Kesempatan bertemu principal Branded

Kalau yang ini sebenarnya bukan sesuatu yang sangat menarik di jaman sekarang. Untuk dikatakan menarik, okelah. Kalau saja kita adalah salah satu pemilik produk dengan brand tertentu, dan kita lihat principal  brand itu datang ke pameran, sesungguhnya kita bisa ajak ngobrol. Principal sendiri tentu membutuhkan data dan informasi, selain dari agennya di Indonesia, juga dari user.

Bambang Hartono, anggota Dewan Pembina IHEAC bersama Teddy Hailamsah(Ketua IHEAC) saat berbincang dengan salah satu principal dari produk yang dipegang Audio Jaya.

Beberapa dari mereka, dalam kunjungannya ke Indonesia, bahkan mengagendakan tersendiri kunjungan ke pemakai brand atau fasilitas yang terkait merknya. Seperti mr. Ansii Hyvonen dari brand Amphion speaker, kami dengar juga berkunjung ke sebuah studio yang memakai speaker Amphion.

  • DIY Indonesia Kian Eksis

Apa yang sungguh terlihat beda kembali di pameran IHEAC Show 2019 ini? Yup, kian banyaknya pemain lokal alias DIY yang turun. Mereka tentu bukan asal membabi buta dengan prinsip ‘yang penting ikut’, tetapi karena pertimbangan matang, khususnya dengan melihat bagaimana kualitas produk yang mereka bikin.

Coba lihat D’Audio dan teman temannya. Exhibitor inilah DIY pertama yang langsung menyatakan ikut. Tak tanggung tanggung, dia ambil 3 room. Bahkan kalau tidak di-rem, akan ambil 4!   Bukan tanpa alasan. Di IHEAC Show 2018, semua produk D’Audio terjual habis ! Disini ada Eleven Audio yang menggabungkan sistem DIY audio dengan branded(lihat video pertama ini).

Ada lagi di room Traumakustik. Speaker ini kembali dipuji sebagai salah satu room dengan penampilan audio terbaik. Mengulang apa yang telah didapatkan di 2018. Beberapa panitia bahkan berpendapat, kali ini tampilan audionya lebih baik.

Beberapa produk DIY di IHEAC Show 2019

Mari lihat ruang Kunir. Disitu ada speaker kondang, EgglestonWorks Viginti, yang suaranya juga mengundang kagum banyak pengunjung yang kami tanyakan. Coba lihat dia didrive dengan power apa?   Ananda ! Ini power buatan anak nusantara bernama Lam Kie Jung atau akrab disapa Ayung. Coba lihat di video kedua dari video ini

Tak kalah menawan adalah speaker speaker dari SB Acoustics. Jangan ditanya pendapat pengunjung saat kami ajak ngobrol. Ini merupakan salah satu room dengan tampilan audio terbaik. Tak heran, saat kami ingin masuk, pintu tertutup dan dijaga seorang wanita cantik. Katanya, ada private listening. Pengunjung perlu membuat janji dahulu untuk dapat mendengar secara pribadi, ditemani oleh Melly Wulandari dari SB Acoustics.  Hebat kan. Jadi ingat jika kita konsultasi dokter, perlu buat janji dahulu.  Room ini termasuk room yang kabarnya sukses dalam penjualan.

Di lantai 9, ada satu speaker yang kami sukai. Alexandria Audio. Speaker karya desain bung Kenneth dan Henry ini sudah memukau di hari pertama pameran.  Di room ini, Alexandria didukung oleh komponen yang semuanya merupakan produknya Kenkraft Labs. Mulai dari kabel, pemutar streaming Ares.

Aha, ada lagi speaker sexy, The Vibrante, karya bareng bung Rudy dengan bung Sanjaya.

Dan kali ini, tampil desainer wanita, Dewi Sarah yang membuat model speaker dengan driver dari Milton Audio. Dewi tampil di pameran dengan dukungan penuh dari IHEAC dan RAI (Rumah Audio Indonesia).

Dan jangan lupa, kemarin kita juga dibuat terpesona oleh speaker dari OGB Groups yang merupaka tribute untuk Atok Purnomo (alm) yang telah banyak menyumbangkan karya dan buah pikirnya kepada sesama DIY. Di room ini kita menyaksikan bagaimana speaker ini bermain cantik, termasuk kala dipasangkan dengan amplifier lokal dan pemutar turntable Lenco.

Oh ya ada lagi, Audio Crossfire, yang desainnya unik itu. Suaranya juga ciamik.  Juga dari room Sunjaya (yang dikawal bung Johnson dan Ibnu), room ini menampilkan sebuah speaker floorstanding. Sayang kami tak sempat masuk. Tetapi dari obrolan sebelumnya dengan bung Johnson, kita bisa memesan satu model speaker custom (kami lihat desainnya mirip speaker Watt Puppy-nya Wilson Audio) dengan warna bebas dan driver juga sudah mereka sediakan.

Inilah cerita singkatnya. Tahun depan semoga DIY akan kembali memberi warna di IHEAC Show. Dan ternyata IHEAC punya idealisme tersendiri untuk turut mengembangkan DIY ini, seperti apa pesan dari almarhum Soegeng Sarjadi (salah satu founder IHEAC) untuk IHEAC memberikan bantuan kepada dunia DIY audio di Indonesia.

IHEAC tetap punya peran tersendiri dalam pengembangan dunia audio video di Indonesia

Inilah 6 poin di artikel bagian ke-2 ini yang kami anggap menarik. Kami akan lanjutkan pada artikel selanjutnya (bagian ke-3).  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ga('send', 'pageview');