Yang Menarik di IHEAC Audio Video Show 2019 (Bagian 1)

Yang Menarik di IHEAC Audio Video Show 2019 (Bagian 1)

Ada yang menarik bagi AVI (Audio Video Indonesia) saat bertandang ke arena IHEAC Audio Video Show 2019. Apa yang menarik ini kami sajikan di bawah ini dengan disertai foto atau video. Setela artikel ini, akan lanjut di Bagian 2.

Turntable murah di Clearance Sale room
  1. Turntable murah. Ini dijual di room Clearance Sale.  Turntble  ini pas untuk anda yang main ke pameran untuk tujuan ingin main audio. Bukan apa apa, main audio high end itu idealnya dimulai dari bawah. Artinya, anda mengenal suara dari perangkat yang kelasnya murah murah. Begitu nanti ada dana, atau memang sudah merasa telinga anda sudah mulai terbiasa dengan yang low end, baru lari ke mid end. Sebelum kemudian lari ke high end. Tentu saja bila budget anda mencukupi. Bila tidak, tak mengapa yang kelas biasa saja asalkan dibuatmaksimal. Sekali lagi, maksimalkan sistem anda sesuai kelasnya. Itu saja pasti sudah enak.
Soundbar Nakamichi, lengkap dengan subwoofernya

2. Main home theater ringkas dengan soundbar.   

Soundbar ini juga kami temui di room Clearance Sale. Yup. Menikmati suara yang heboh di dalam film, termasuk film action, anda tidak harus punya speaker 5.1 channel atau lebih. Pakai yang soundbar saja sudah enak. Anda sudah bisa dibuat ngeri menyaksikan adegan di film. Tentu saja jangan harap suaranya akan sehebat bila memakai sistem 5.1 channel, karena jumlah speakernya saja sudah beda. Belum lagi kemampuan amplifiernya, juga peletakkan speakernya.  Di soundbar, anda paling jauh dapat merasakan kesan 3 dimensi suara, dan kehebohan efek, serta kejernihan dialog.  Soundbar juga, seperti halnya AC, akan lebih berdampak baik untuk ukuran ruang sekitar 3 x 3 meter (jadi ingat AC ½ pk deh) agar suara mengisi penuh ruangan.  Jika anda tinggal di rumah kos, atau apartemen atau rumah biasa tetapi ruangannya kecil, sounbar lebih oke

  • Kian Sehat dengan Berpameran

Betul. Pameran tidak saja bisa menjadikan rejeki anda bertambah (bila memang beruntung) dan merk anda kian dikenal, tetapi juga membuat anda tambah sehat. Akan memaksa anda untuk ‘olahraga angkat barang’ atau melakukan ‘olahraga jalan kaki’. Hanya saja, kudu bersabar. Salah salah, apalagi yang tidak biasa melakukan olahraga angkat angkat, bisa salah urat. Haha. Tidak percaya? Coba tanya mr. Daud Pranoto seperti anda lihat di gambar ini.

Bung Daud saat mengangkat speaker Amor-nya
  • Pameran, ajang berbagi ilmu sambil diskusi santai dan beragumentasi sehat

Beberapa talkshow yang diadakan selama pameran IHEAC Show 2019 mengungkapkan 3 hal tersebut. Anda yang punya pengalaman, akan lebih baik bila pengalaman itu disharingkan. Lalu tak usah serius serius gayanya. Sersan, serius tapi santai, seperti yang diungkapkan Maslim Djanuanto di video diatas.

Bung Maslim Djanuanto disaat awal awal talkshownya di room 922
  • Melihat Kemampuan Merekam Smartphone kita

Ketika anda membawa oleh oleh berupa hasil rekaman video sebuah sistem yang dibunyikan di pameran kerumah, lalu anda putar kembali, seberapa baikkah hasil rekaman itu merepresentasikan kira kira kualitas suara aslinya? Memang bisa sangat jauh sekali, tetapi ada juga yang mengatakan “demikian kira kira”, khususnya saat menyadari bagaimana smartphone yang anda miliki termasuk yang kelas mahal, katakanlah misalnya seperti Samsung Galaxy Note 10 yang kisarannya di angka 18 juta rupiah (USD 1.300). Seorang teman bahkan menyodorkan Note 10-nya kepada saya ketika dia tahu akan ke ruangan Malang Audio diatas, dimana ada speaker Magnepan 30.7.  Dia bilang, hasilnya jauh lebih okelah ketimbang punya saya ( yang Galaxy A20s). Nah sekarang, coba anda dengar rekaman dengan A20s ini. Apakah cukup menarik bagi telinga anda? Khususnya bagi anda yang sempat tandang ke room Malang Audio dan mendengar speaker ini. Kalau ini sudah baik, apalagi yang Note 10 ya.   Haha, tentu saja hasil rekaman ini tidak bisa digunakan sebagai referensi bahwa suara sistemnya demikian.  Sekedar mengingatkan

6. Ajang latihan membuat Vlog

Pak Andrew dari Audio Centre suatu kali dalam obrolan kami, memberi ide, bagaimana kalau saya membuat sebuah vlog dan anda datangi toko toko. Ide yang bagus. Karena sekarang ini masih minim orang mau bikin vlog untuk audio. Nah, kesempatan di IHEAC Show 2019 kemarin, saya coba apakah punya kemampuan untuk itu. Masih norak tentu, seperti anda lihat di video berikut ini.

7.Jadi Ajang Bertemu, sekaligus reuni

Percaya tak percaya, IHEAC Show juga dijadikan ajang untuk reuni sekaligus temu kangen antar pehobi audio. Ya, jika tidak ada momen seperti ini, mana bisa mereka bertemu. Maklum saja, tinggalnya ada yang jauh dari Jakarta. Ada yang dari Medan bahkan ke Jakarta hanya untuk melihat show sekaligus ingin bertemu teman. AVI cukup beruntung bertemu kembali misalnya dengan pak Rudi Gunarso (IHEAC Bandung), Sidharta dan David (Lumajang), dan lain lain. Juga ketemu pak Rudi (wah lupa nama belakangnya). Beliau adalah foundernya Malang Audio yang kini terbilang salah satu galeri sukses di Surabaya. Sebelum mendirikan Malang Audio, pak Rudi juga bekerja di salah satu toko audio high end (kalau tak salah, Guntur Internusa). Jadi termasuk salah satu pemain audio senior. Kini Malang Audio diteruskan oleh sang anak, Ferry Satria.

Dengan pak Rudi (Malang Audio).

8. Menjumpai Desain Unik

Apa yang bisa membuat kita terpesona akan produk audio pertama kali? Yup. Tentu saja desainnya. Baru namanya. Lalu apa ? harganya. Haha. Nah, Beberapa desain unik speaker tampil di IHEAC Show 2019. Sebut saja misalnya mbl yang menganut konsep Radialstrahler itu. Lalu The Vibrante. Ada lagi Audio Crossfire yang videonya anda lihat di bawah ini. Ada yang berpendapat malah, desainnya nyeleneh. Tetapi uniknya, suaranya kok enak ya? Itulah kehebatan daya pikir manusia.

Inilah sebagian yang menarik di pameran IHEAC Show 2019 dimata kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ga('send', 'pageview');